He Is Not Pinky Prince [Five]

HE-IS-NOT-PINKY-PRINCE7

 

Author : SooCobyDoo

Cast      : Choi Sooyoung (Man), Hwang Tiffany, Kwon Yuri

 

Setelah megantarkan Sulli dan Tiffany pulang, Sooyoung pun kembali ke apartemennya. Lalu ia merebahkan badannya diatas sofa sambil memandangi langit-langit ruang tamunya. Dan ia teringat ucapan Tiffany..

“Kau pelit tapi kau membuatku menyukaimu.”

“Bagaimana bisa dia menyukaiku? bahkan kita saja baru bertemu hari ini. Dia memang aneh, wanita yang aneh.” Ucapnya.

‘Dulu, untuk membuat Yuri menyukaiku saja aku butuh waktu berbulan-bulan. Mengapa Tiffany bisa menyukaiku dalam waktu secepat ini?’ Sooyoung pikir.

“Yuri..” Gumamnya.

Sooyoung kembali teringat oleh Yuri, wanita yang selalu ada disetiap hari-harinya dulu. Wanita yang selalu membuatnya tersenyum dan bahagia. Wajah cantik Yuri sekarang hanya bisa ia lihat dari foto dan di dalam mimpinya saja. Ia lalu mengeluarkan ponselnya dari sakunya dan memandangi wallpaper ponselnya, wallpapernya adalah foto dirinya dan Yuri yang sedang tersenyum sangat bahagia.

“Lihatlah.. dulu kita adalah pasangan yang sangat bahagia di dunia ini. Dan.. kau adalah wanita tercantik yang pernah ada di dalam hidupku, Yuri.” Gumamnya sambil memandangi wallpaper ponselnya.

Lalu Sooyoung teringat dengan sosok Tiffany lagi..

“Tapi.. kalau aku perhatikan, Tiffany juga cantik.” Ucap Sooyoung pada dirinya sendiri.

“Ah tidak tidak tidak! Yuri lebih cantik!” ucapnya sambil menggelengkan kepalanya.

“Yuri bahkan memiliki tubuh yang lebih tinggi darinya, Yuri juga tidak aneh seperti dia. Yuri juga tidak terobsesi oleh warna pink dan tidak pernah bilang bahwa aku pelit (tentu saja Sooyoung tidak pernah pelit pada Yuri.) Jadi, Yuri tetap nomer satu bagiku.” Ucapnya dengan bangga membandingkan Yuri dengan Tiffany.

‘Kenapa aku jadi memikirkannya dan membandingkannya dengan Yuri?’ Sooyoung pikir.

“Aaaaaah!” teriaknya sambil mengacak-acak rambutnya sendiri. Frustasi dengan yang ia pikirkan.

Ia pun bangun dari sofa dan berjalan menuju komputernya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang belum selesai.

“Dari pada aku memikirkan wanita yang terobsesi dengan pink itu, lebih baik aku mengerjakan pekerjaanku yang terbengkalai ini.” Ucapnya.

At Tiffany’s house

Tiffany memasuki rumahnya dan langsung disambut oleh ayahnya yang sudah menunggunya pulang sejak tadi.

“Hai Appa!” sapa Tiffany dan langsung memeluk ayahnya.

“Miyoung, kau dari mana saja? Kau bilang saat jam makan siang kau akan kembali ke kantor tapi kau malah tidak kembali.” Tanya ayahnya.

“Ehm.. itu.. sehabis aku menemui Jessie, aku tidak sengaja bertemu temanku dan kami menghabiskan waktu bersama seharian. Mianhae Appa..” Jelas Tiffany.

“Lain kali kau harus memberitahu aku atau asisten mu jika kau tidak bisa kembali ke kantor, cobalah untuk lebih bertanggung jawab pada perusahaan kita, Miyoung.” Jelas Ayahnya.

“Ne Appa..” Ia pun menganggukkan kepalanya. “Aku ke kamar ku dulu, Appa.”  Tambahnya.

“Baiklah.. ayah akan menunggumu untuk makan malam.”

Tiffany pun lalu menuju kamarnya.. yang ada dipikirannya saat ini hanyalah perkataannya pada Sooyoung saat di mobil, Sooyoung mendengarnya bahwa ia menyukainya.

“Aaaaah bagaimana ini? Dia mendengar ucapanku.. bagaimana besok aku menemuinya? Aku benar-benar sangat malu..” Ucapnya frustasi.

Ia lalu merebahkan tubuhnya diatas kasur, dan mengguling-gulingkan tubuhnya dikasur.

“Aaaaah Choi Sooyoung kau membuatku gila!” Teriaknya.

‘Ini benar-benar ajaib, aku baru saja bertemu dengannya hari ini, tapi aku telah menyukainya. Aku bahkan sudah sangat-sangat menyukainya. Dia membuatku penasaran dengannya, dan aku sangat ingin mengenalnya lebih jauh.’ Pikir Tiffany.

“Sebaiknya sekarang aku mandi, aku akan melanjutkan memikirkannya nanti.” Ucapnya.

Tiffany pun mandi, dan setelah mandi ia makan malam bersama ayahnya. Setelah makan malam ia kembali ke kamarnya lagi. Ia duduk di depan meja riasnya sambil memandangi wajahnya sendiri.

“Aaaah cantik sekali!” Ucapnya saat melihat bayangannya sendiri di cermin.

“Besok kita akan makan siang bersama Choi Sooyoung, aku sangat tidak sabar untuk bertemu lagi walaupun aku sedikit malu untuk bertemu denganmu.” Dia berbicara sendiri pada bayangannya dicermin.

“Sooyoung telah mengetahui bahwa aku menyukainya, lalu kenapa aku harus malu dengannya?” Ia bertanya pada bayangannya di cermin.

“Baiklah, karena dia telah mengetahui bahwa aku menyukainya, yang harus aku lakukan sekarang adalah membuatnya menyukaiku juga, iya kan?” Tanyanya lagi pada cermin dihadapannya.

“Baiklah yang harus aku lakukan besok adalah aku harus berdandan secantik mungkin dan membuatnya menyukaiku. Fighting!” Ucapnya sambil tersenyum dan mengepalkan kedua tangannya.

“Dan sebaiknya sekarang aku tidur, karena besok siang aku akan bertemu dengan anti-pink prince ku.” Ucapnya pada dirinya sendiri, lalu ia pun menuju tempat tidurnya dan tidur sambil berharap ia bisa memimpikan Sooyoung dalam tidurnya.

**

 ‘KRING KRING KRING’

Suara alarm berbunyi menandakan bahwa seseorang harus meninggalkan dunia mimpinya dan terbangun dari tidur.

“Arrrrggghhh.. “ Sooyoung terbangun dari tidurnya dan langsung mematikan alarmnya yang berbunyi.

“Ya! Mengapa kau berbunyi secepat ini? Hah! Aku baru tidur 3 jam, dan sekarang kau membangunkanku!” ia marah-marah pada alarm nya.

“Hooaaaam.. huh sudah jam 8.” Gumamnya.

Ia lalu beranjak dari tempat tidurnya dan langsung menuju ke kamar mandinya untuk mandi. Setelah mandi ia langsung memakai baju, ia memakai kemeja dan celana jeans. Ia bekerja sebagai fotograper pada sebuah perusahaan majalah milik temannya yaitu Nichkhun.

Sooyoung pun melihat bayangan dirinya di cermin.

“Tampan.” Ucapnya sambil tersenyum.

Ia lalu keluar dari kamarnya dan ke dapur, ia hanya makan beberapa potong roti dan segelas susu. Setelah ia menghabiskan sarapannya ia pun keluar dari apartemennya menuju mobilnya yang ada di basement.

Hari ini Tiffany bangun sangat pagi, ia bahkan membuatkan sarapan untuknya dan ayahnya. Diwajahnya tergambar senyum bahagia sejak ia membuka matanya pagi ini. Ketika ia sedang menyiapkan sarapannya di meja makan, ternyata ayah nya telah bangun dan duduk di meja makan tersebut.

“Waw.. kau membuat sarapan? Hal yang sangat jarang terjadi.” Ucap ayahnya sambil tersenyum jahil pada putrinya.

“Selamat pagi, Appa!” Sapa Tiffany pada ayahnya. “Hari ini aku sedang bahagia, jadi aku yang membuatkan sarapan untuk kita.” Ucap Tiffany sambil tersenyum dan menunjukan eye smile nya pada ayahnya.

“Eeeyy.. apa yang membuatmu bahagia? Coba beritahu ayah.” Tanya ayahnya sambil memakan sarapan yang telah Tiffany buat.

Tiffany pun duduk di depan ayahnya.

“Ehmm.. itu rahasia.” Jawabnya.

“Apa semalam kau bermimpi bertemu dengan pinky prince mu itu?” tanya ayahnya lagi menggoda Tiffany. Ayahnya sangat tahu bahwa Tiffany selalu memimpikan seorang yang ia idam-idamkan, yakni pinky prince nya itu.

“Tidak, dia bukan pinky prince.” Jawab Tiffany.

“Lalu kalau dia bukan pinky prince, mengapa kau sesenang ini?” ayahnya bertanya lagi.

“Itu rahasia.” Jawabnya.

“Baiklah.. Terserah kau sajalah, yang terpenting kau bahagia. Jika kau bahagia, aku juga bahagia.” Ucap ayahnya sambil tersenyum.

“Hehehe aku menyangimu, Appa. Sangat-sangat menyayangimu.” Ucap Tiffany sambil memeluk ayahnya. “Hmm.. Appa, bolehkah aku pergi ke kantor bersamamu hari ini?.” Tanya Tiffany.

“Tentu saja sayang.” Jawab ayahnya.

“Thank you Dad.” Ucapnya bahagia.

Setelah mereka selesai sarapan mereka pun pergi ke kantor bersama. Dikantor, Tiffany pun sangat bersemangat mengerjakan semua pekerjaannya. Ia ingin semua pekerjaannya cepat selesai agar pada saat jam makan siang, ia tidak telat untuk makan siang bersama Sooyoung.

Tanpa terasa jam makan siang telah tiba, Tiffany pun buru-buru merapikan semua pekerjaannya dan pergi meninggalkan kantornya menuju restoran dekat jalan dimana ia hampir ditabrak oleh Sooyoung.

**

Sooyoung sedang di studio pemotretan milik perusahaan dimana ia bekerja, ia masih harus menyelesaikan sesi pemotretan hari ini.

“One.. Two.. Three..”

‘KLIK’

Flash

“Oke kurasa sudah cukup, terimakasih atas kerja samanya.” Ucapnya sambil membungkuk pada modelnya setelah melihat gambar hasil jepretannya.

“Ne, oppa! Kau juga sudah bekerja keras.” Ucap model pemotretan tersebut.

Tanpa terasa ternyata jam telah menunjukan waktunya makan siang, Sooyoung pun teringat oleh ucapan Tiffany yang mengajaknya untuk makan siang bersama hari ini.

About these ads

One thought on “He Is Not Pinky Prince [Five]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s